Senin, 23 September 2013

Selamat Berbahagia


Setelah aku menjalani hidup
Terbentuklah aku yang seperti ini
Imaji hari yang terlewati
Menjadi alasan bagaimana langkahku
Bagaimana udara kuhirup
Bagaimana tanganku menggenggam

Sejak pagi menjadi lebih bercahaya
Sejak mentari semakin mendamaikan
Sejak malam-malamku semakin syahdu
Sejak itu pula aku akan menggenggam tanganmu

Selasa, 17 September 2013

Sepatu coklat yang menempel di kepala


Langit mendung di ujung jauh pagi ini mengantarkan hari pada mataku yang baru saja terbuka. Udara dingin menyeruak segar melewati jendela kamar yang terbuka setengah. Memberi kesejukan dan kedamaian kedalam jiwaku sebagai bekal menjalani hari, tidak seperti jam waker yang membangunkan tanpa memberiku bekal cukup untuk hari.
Pagi ini seperti biasa, setelah shalat subuh kujauhkan ponselku dan kuseruput teh pahit sisa semalam, bedanya kali ini aku menuliskan hidupku kemarin. Aku membayangkan ujung mendung yang menggantung dapat kurengkuh lewat untaian kenangan manis hari yang lalu.
Dua malam yang lalu kami cukup sibuk mempersiapkan even pemasaran produk terbaru dari satu perusahaan jasa telekomunikasi terkemuka. Malam-malam menjelang acara selalu melelahkan, video promosi belum siap, logistik booth belum lengkap hingga MC yang mendadak sakit. malam itu kuhabiskan waktu sampai dini hari menemani tim kreatif sinematografi untuk menyelesaikan video promosi. Walaupun cuma menemani saja, team terkadang tetap harus ditemani agar moral kerjanya tetap positif apalagi disaat kritis seperti ini.
"Aku tambah tidur dua jam lagi, kalian bisa handle tanpa aku kan", ku telefon ferry sesaat setelah alarmku berbunyi. "Eh enak banget, ya sudah istirahat saja dulu, bagianmu juga sudah beres", jawab ferry. Ternyata tidak seperti yang diharapkan, sejak jam 5 pagi kulanjutkan tidur sampai jam 9. Tanpa pikir panjang dalam 15 menit ku selesaikan rutinitas wajib di pagi hari : mandi, menseruput teh pahit sisa tadi malam, cuci piring dan menutup jendela.