Senin, 23 Juni 2014

Setetes Madu


Aku adalah setetes madu yang jatuh di relung pahit kehidupan
Berusaha membasuh penderitaan dengan kebahagiaan yang ku bawa
Namun kini aku sadar, kebahagiaan dunia tak ada hubungannya denganku
Tidak ada hubungannya dengan seberapa besar kerja kerasku
Pernah aku membelai hati seorang gadis manis
Tetapi dikeraskannya hatinya, hingga belaianku tak terasa
Pernah pula ku bisikan kata-kata indah pada pemikiran manusia yang lain
Namun ditutupnya pintu pemikiran itu, hingga bisikanku tak terdengar
Bahkan berteriak pun tak ada gunanya
Sempat pula kutendang bokong seseorang
Hanya untuk melihat dia membenarkan dan menguatkan tempatnya berdiri
Kucoba mendorongnya sekuat tenaga, tetap dia tak bergeming
Ini bukan soal aku
Ini soal manusia yang tak mau mengakui keberadaanku
Keberadaan mimpi akan kebahagiaan