Dia adalah temanku yang selalu menulis hari di buku diary, kamu dapat membaca manis senyumnya lewat bekas guratan pena di kertas warna coklat bersampul biru. Atau kamu juga bisa menyesap air matanya yang kadang mengalir melewati celah-celah wajahnya saat menuliskan harinya di kertas-kertas itu.
Dia berbeda dengan yang lain, temanku yang lain. Pada saat yang lain memiliki hidup seperti bola liar yang dilempar kuat-kuat hingga arahnya tak jelas, dia tidak. Dia tidak terima dengan kenyataan hidup yang memang seperti itu. Dia memberi jalan bola liar itu agar dapat dikendalikan arahnya, atau bila kamu lihat mirip dengan pengekangan. Dia cuma bilang itu semua untuk menjaga orang yang dia cintai agar selalu di sisinya, aku belum paham sampai sekarang apa maksudnya.
Dia berbeda dengan yang lain, temanku yang lain. Pada saat yang lain memiliki hidup seperti bola liar yang dilempar kuat-kuat hingga arahnya tak jelas, dia tidak. Dia tidak terima dengan kenyataan hidup yang memang seperti itu. Dia memberi jalan bola liar itu agar dapat dikendalikan arahnya, atau bila kamu lihat mirip dengan pengekangan. Dia cuma bilang itu semua untuk menjaga orang yang dia cintai agar selalu di sisinya, aku belum paham sampai sekarang apa maksudnya.