Saat orang-orang berlari mengejar mimpi, beberapa orang malah berjalan tenang mengikuti alur kehidupan. Menjalani hidup dengan tujuan yang diusahakan separo-separo.
Aku memilih bersepeda, mengalir halus menyusuri jalan, meliuk-liuk
melewati belokan-belokan sambil menikmati panorama dunia. Seindah
berjalan, secepat berlari, itu yang membuat semua jadi terasa
indah.
Dua bulan lalu tepat di malam seperti ini, dingin,
berangin dan hening, Persis. Sepedaku melibas jalanan kota untuk
sekantong gorengan yang harus ku peroleh di pinggir jalan blok sebelah.
Gorengan hangat yang dingin tentu sempurna pikir ku.



