Jumat, 16 Agustus 2013

Cuplikan

Seringkali kisah cinta harus menghadapi suatu tembok nan tinggi dan tebal. Tembok itu adalah pilihan yang memisahkan antara kenangan, kasih sayang dan kenyataan menjadi satu kesatuan yang terpisah-pisah. 

Kenyataan adalah apa yang kita rasakan setiap saat, kita tak mampu menghindari rasa yang hadir tetapi kita bisa mengabaikan rasa yang hadir, demi kebaikan atau karena keraguan dan ketidak mampuan menerima kenyataan.
Aku kagum padamu karena kamu pernah terjebak dalam kungkungan rasa yang selalu kau coba untuk abaikan dan akhirnya memutuskan dan memilih untuk mengakui rasa itu. Kamu memutuskan mengakui rasa sakit dan meninggalkannya.
Empat bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk mengabaikan rasa, apalagi rasa itu adalah rasa sakit. Terbayang berapa banyak kata ikhlas dan mantra pendingin hati yang kau rapal uuntuk mengabaikan rasa itu. Menipu diri dan berharap esok semua akan menjadi lebih baik.

Rabu, 14 Agustus 2013

Puisi Teman Sang Rembulan

Meski tak gamblang
Seperti bulan tanpa selimut awan
Walau tak jernih
Layaknya bulat mata bintang
Dengan sadar rindu telah di kenang
Tapi cinta masih dikandung badan


Kamis, 01 Agustus 2013

Fase hidup sore



Kamu selalu setia menunggu sore
Waktu di mana aku menemuimu
Sambil menikmati tetes do'a dari gelas kaca

Aku selalu setia menemuimu sore
Waktu di mana kamu menungguku
Sambil memberi tetes do'a dari gelas kaca

Kamu telah melihatku sejak umurmu sesenti
Di dalam pot hitam yang ku isi pupuk kandang
Aku ingat do'a pertama untukmu di sore itu