Seringkali kisah cinta harus menghadapi suatu tembok nan tinggi dan tebal. Tembok itu adalah pilihan yang memisahkan antara kenangan, kasih sayang dan kenyataan menjadi satu kesatuan yang terpisah-pisah.
Kenyataan adalah apa yang kita rasakan setiap saat, kita tak mampu menghindari rasa yang hadir tetapi kita bisa mengabaikan rasa yang hadir, demi kebaikan atau karena keraguan dan ketidak mampuan menerima kenyataan.
Aku kagum padamu karena kamu pernah terjebak dalam kungkungan rasa yang selalu kau coba untuk abaikan dan akhirnya memutuskan dan memilih untuk mengakui rasa itu. Kamu memutuskan mengakui rasa sakit dan meninggalkannya.
Empat bulan bukanlah waktu yang sebentar untuk mengabaikan rasa, apalagi rasa itu adalah rasa sakit. Terbayang berapa banyak kata ikhlas dan mantra pendingin hati yang kau rapal uuntuk mengabaikan rasa itu. Menipu diri dan berharap esok semua akan menjadi lebih baik.
Terkadang aku tak mampu mengerti bagaimana sebuah cinta mampu mengutuk pencintanya sebagai pelacur. Betapa hancur hati sang pencinta disakiti oleh cinta. Seringkali aku tak mampu paham bagaimana cinta mampu melakukan hal itu, bagaimana pula cinta mendiamkan cumbuan sang pencintanya berbulan-bulan lamanya.
Bila sang pencinta masih memeluk kuat mungkin bukan karena cinta, tetapi karena dia tidak tahu tambatan lain apa yang bisa didapat. Suatu rasa ragu dapat menjalani hari tanpa tambatan hati.
Aku yakin kamu seringali mengeluh dalam hati bahkan sebelum kejadian itu terjadi. Bagaimana keangkuhannya, keotoriterannya atau kata yang beberapa kali melukai hatimu. Tapi pasti kamu akan diam seperti biasa, berusaha mengabaikan rasa itu.
Jelas aku tak akan pernah tega membayangkan hal yang kau alami. Meski kini tambatan hati itu telah kembali dan berjanji, aku tetap ragu kau tidak akan mengalami hal yang sama untuk kedua, ketiga atau ke kali yang lainnya. Atau saat ini atau esok kamu sudah mulai mengabaikan rasa sakit dengan diam seperti dulu lagi. Diam seperti batu karang yang seakan tak peduli bagaimana ombak menerjang.
Hal itulah yang aku rasakan sejak pertama kali bayangmu datang padaku sebagai cinta hingga saat ini. Aku masih saja kagum pada pribadimu yang peka namun tetap saja kuat. Kuat mengabaikan rasa sakit yang hadir.
Sebenarnya hubunganku denganmu bila kunilai dengan angka tentu tidak akan bisa. Tetapi arus kuakui tidak pernah aku merasakan mencintai dan dicintai seperti ini. Aku mencintaimu hingga tubuhku mampu bergerak untuk mengusap air matamu melewati malam tanpa berpikir panjang seperti biasanya, dan aku terharu saat menyadari tangismu saat melepas perpisahan kita dari suatu pertemuan.
Rasanya tepat sekali hati ini berlabuh padamu. Kuandaikan seperti tangan lembut yang memakai sarung tangan hangat yang pas. Hatimu yang begitu peka mampu mengartikan setiap detail lembut dari setiap perlakuanku.
Entah sejauh apa kamu meraba arti dari setiap laku ku padamu. Apa yang kamu rasa dalam tatap mataku, apa kamu merasakan damainya hatiku lewat senyumanku, apa kamu meresapi rasa yang kusampaikan di tiap belaianku dirambutmu.
Aku ingat ada rasa yang sangat dalam terasa saat pertama kali aku mencium keningmu. Rasa itu mengingatkan pada betapa kuat sebuah cinta. Hubungan ini terjalin dari sebuah intuisi yang kita bangun untuk menerjang semua alasan. Merasa tidak peduli akan berbagai pertimbangan saat kita mencintai, itulah yang kita lalui.
Mudah saja kita mengatakan tentang kebahagiaan dengan menyisihkan problema yang bakal muncul dibelakang, walau sebenarnya kita tahu. Ya itulah, cinta kita tak butuh alasan. Walau akhirnya dengan berat kita harus saling melepaskan satu sama lain, tapi getaran itu masih terasa setiap bayangmu hadir di tiap waktu yang tak mampu ku duga. Atau saat hangat pelukanmu terasa saat dingin menyerang di penghujung malam.
Sebenarnya cinta ini luar biasa , sebuah cinta yang erotis terasa dari hubungan ini. Entah dari mana itu semua bersumber dan bermula, seakan tubuh dan jiwa kita telah menyatu lewat cumbuan-cumbuan dan ciuman-ciuman yang telah kita lalui di malam-malam penuh kenangan dan kasih sayang. Apa masih butuh alasan untuk melanjutkan cinta seindah ini?
Kisah ini kini sudah berbalik arah.
Walau aku masih percaya tak perlu alasan untuk melanjutkan kisah ini, dan mimpi-mimpi kembalinya dirimu terkadang seakan nyata bagiku.